4 Tahapan Tepat untuk Menerapkan Manajemen Resiko

{{ 4 Tahapan Tepat untuk Menerapkan Manajemen Resiko }} Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, sebelum memulai suatu bisnis, Pilaris perlu merancang strategi manajemen resiko bisnis. Hal ini disebabkan karena dalam sebuah bisnis, pertumbuhan bisnis akan rawan mengalami ketidakpastian. Hal inilah yang berpotensi menciptakan kendala dan menyebabkan bisnis menjadi tidak sehat. Oleh karena itu, penting bagi Pilaris untuk mengetahui tahapan apa saja yang tepat untuk menerapkan manajemen resiko dalam bisnis yang kalian rintis.

Identifikasi Resiko

Mengidentifikasi risiko bermanfaat untuk mengenali kemungkinan adanya resiko yang sedang terjadi maupun yang akan terjadi di masa yang akan datang. Pilaris dapat mencoba identifikasi resiko dari aspek finansial, pemasaran, produksi, dan sebagainya. Output yang dihasilkan dari identifikasi tersebut berupa daftar dari setiap resiko yang dapat terjadi pada bisnis kalian.

Mengurutkan Resiko

Setelah memiliki daftar tentang berbagai resiko bisnis, selanjutnya Pilaris harus menganalisa dan mengurutkannya berdasarkan dampak terburuk. Untuk tahap ini, Pilaris sebaiknya memfokuskan analisa pada resiko yang memiliki dampak paling besar maupun paling sering dialami oleh jenis bisnis yang sejenis. Kalian juga bisa mengurutkan berdasarkan dampak yang akan terjadi terhadap Pilaris sebagai pemilik bisnis, karyawan, kelangsungan perusahaan, serta lingkungan.

Mengontrol Resiko

Proses ini merupakan penyusunan prosedur atau kebijakan yang membantu memastikan bahwa respon terhadap resiko yang dipilih memadai dan terlaksana dengan baik. Untuk mengukur apakah upaya kontrol yang kalian terapkan berhasil, upaya tersebut harus mampu memenuhi empat sikap, yakni risk avoidance, risk reduction, risk transfer, dan risk retention. Beberapa hal yang bisa Pilaris lakukan adalah membuat kebijakan dan prosedur, mendelegasikan wewenang, mengamanankan kekayaan perusahaan, serta melakukan pemisahan fungsi.

Monitoring dan Review

Proses pemantauan harus dilakukan secara terus-menerus untuk memastikan bahwa setiap komponen berfungsi sebagaimana mestinya. Jika sebuah isu telah berpotensi menjadi resiko yang dapat membahayakan bisnis kalian, Pilaris perlu melakukan evaluasi terkait tindakan kalian. Setelah kalian melakukan identifikasi resiko dan telah menemukan strategi yang tepat untuk diterapkan guna mengatasi setiap resiko, kalian bisa tetap waspada akan segala resiko yang akan terjadi. Manajemen resiko sangat penting untuk menjaga kelangsungan bisnis kalian. Jadi, jangan mengabaikan proses ini ya, Pilaris! Kalau Pilaris masih membutuhkan insights soal berbagai tips lainnya terkait franchise, kalian bisa menemukannya di Pilar Asia!
Tags: Bisnis, Franchise, franchise indonesia, manajemen resiko, resiko bisnis, risk management,
Pilar Asia

Leave a reply

Indonesia SME’s Marketplace

Ruko Graha Boulevard Summarecon Serpong, Jln. Gading Serpong Boulevard BVA1, Curug Sangereng,

Kec. Klp Dua, Kabupaten Tangerang, Banten 15810

METODE PEMBAYARAN


© 2023 Pilar Asia | PT Pilar Kemajuan Indonesia