4 Toko Buku Ini Tutup di Indonesia, Apa Penyebabnya?

{{ 4 Toko Buku Ini Tutup di Indonesia, Apa Penyebabnya? }} Buku memang merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, Pilaris. Mulai dari tahap belajar membaca sampai orang dewasa dengan hobi membaca, buku selalu memberikan berbagai ilmu yang bermanfaat. Sayangnya, setelah pandemi Covid-19 berlalu, beberapa bisnis masih mengalami kesulitan untuk mengembalikan pendapatan dan kesuksesannya seperti semula. Salah satu bisnis yang banyak mengalami kerugian adalah toko buku konvesional. Hal ini disebabkan karena banyaknya toko buku online yang berdiri sejak masa pandemi. Selain itu, mulai banyak konsumen yang semakin memiliki buku digital, karena lebih praktis dan umumnya lebih terjangkau. Di Indonesia sendiri, terdapat empat buah toko buku yang memutuskan untuk tutup dan berhenti beroperasi. Simak daftar lengkapnya di bawah ini!

Toko Gunung Agung

Toko Gunung Agung merupakan salah satu toko buku yang baru saja mengumumkan keputusannya untuk berhenti beroperasi pada bulan Mei 2023. Hal ini mengejutkan banyak pihak, sebab toko ini telah beroperasi selama kurang lebih 70 tahun, lho! Dalam press release resmi, pihak manajemen Toko Gunung Agung menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena perusahaan tidak dapat bertahan dengan tambahan kerugian operasional yang semakin besar. Sebelumnya, pihak manajemen sudah melakukan berbagai upaya efisiensi sejak masa pandemi, salah satunya dengan menutup beberapa gerai di beberapa kota. Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil mengatasi jumlah kerugian operasional, sehingga Toko Gunung Agung terpaksa berhenti beroperasi.

Books and Beyond

Toko buku yang khusus menjual buku-buku impor dan berbahasa Inggris juga mengumumkan keputusannya untuk menutup seluruh gerai konvensionalnya pada tahun ini. Memang sih, Books and Beyond tidak sepenuhnya berhenti beroperasi karena masih melayani penjualan secara online melalui situs resminya. Sebelum menutup seluruh gerainya, toko buku ini sempat mengadakan adanya clearance sale yang mencapai potongan harga sebesar 80% untuk seluruh produk buku yang dijual, baik buku lokal maupun buku impor.

Kinokuniya

Satu lagi toko buku impor yang terancam berhenti beroperasi di Indonesia. Kinokuniya yang awalnya memiliki beberapa gerai di beberapa mall Jakarta, kini hanya memiliki satu gerai di Grand Indonesia, lho! Sejak pandemi, toko buku ini memang telah menutup beberapa gerainya secara bertahap, dengan gerai terakhir yang ditutup berlokasi di Plaza Senayan pada April 2021 lalu. Karena gerai konvensional yang beroperasi hanya tinggal satu, bukan tidak mungkin toko buku asal Jepang ini akan berhenti beroperasi di Indonesia di masa mendatang lho, Pilaris!

Togamas

Tidak hanya toko buku impor saja yang berhenti beroperasi di Indonesia, lho! Togamas yang merupakan toko buku lokal asal Solo juga telah resmi berhenti beroperasi sejak Juli 2022. Keputusan ini terpaksa diambil setelah pandemi menyebabkan penjualan toko terus menurun selama dua tahun berturut-turut. Nah, itu tadi keempat toko buku yang terpaksa berhenti beroperasi di Indonesia! Kalau Pilaris sendiri, lebih memilih gerai konvensional atau pembelian buku online lewat e-commerce? Kalau kalian ingin tetap update dengan berita terkait bisnis dan franchise, kalian bisa simak semuanya di Pilar Asia!
Tags: Bisnis, bookstore, Franchise, franchise indonesia, literacy, literasi, literatur, toko buku,
Pilar Asia

Leave a reply

Indonesia SME’s Marketplace

Ruko Graha Boulevard Summarecon Serpong, Jln. Gading Serpong Boulevard BVA1, Curug Sangereng,

Kec. Klp Dua, Kabupaten Tangerang, Banten 15810

METODE PEMBAYARAN


© 2023 Pilar Asia | PT Pilar Kemajuan Indonesia