Chat kami untuk penawaran terbaik

5 Maskapai Penerbangan Indonesia yang Sudah Berhenti Beroperasi

{{ 5 Maskapai Penerbangan Indonesia yang Sudah Berhenti Beroperasi }} Pilaris, sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri, berarti sebentar lagi akan mulai arus mudik Lebaran! Bagi beberapa orang, mudik identik dengan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Tapi, tidak sedikit juga masyarakat yang memilih menggunakan transportasi umum karena jarak yang jauh. Mulai dari pesawat, kereta, bus, hingga kapal, banyak unit kendaraan yang telah habis menjual tiket sejak minggu pertama bulan puasa. Nah, bagi Pilaris yang menggunakan pesawat, mungkin kalian akan menyadari bahwa terdapat beberapa maskapai penerbangan yang berhenti beroperasi. Penasaran? Simak selengkapnya di bawah ini!

Adam Air

Pilaris masih ingat Adam Air? Maskapai satu ini sempat menjadi favorit di kalangan masyarakat karena harganya yang cukup terjangkau dan rute yang beragam. Sayangnya, pada tahun 2007, pemerintah menetapkan Adam Air di peringkat III. Hal ini berarti Adam Air hanya memenuhi syarat minimal keselamatan. Selain itu, maskapai ini juga belum melaksanakan beberapa persyaratan lain dan memiliki potensi untuk mengurangi tingkat keselamatan. Peringkat ini semakin diperparah dengan kecelakaan fatal yang dialami oleh salah satu pesawat Adam Air dengan kode penerbangan KI 457 rute Jakarta-Manado. Pesawat tersebut hilang dari radar dan jatuh di atas perairan Majene. Insiden ini menelan korban jiwa sebanyak 102 orang yang terdiri dari seluruh penumpang, pilot dan kru pesawat.

Merpati Nusantara Airlines

Merpati merupakan salah satu maskapai penerbangan tertua di Indonesia. Didirikan pada tahun 1962, Merpati merupakan maskapai yang melayani penerbangan perintis untuk menghubungkan berbagai pulau di Indonesia. Sayangnya, maskapai ini sering mengalami masalah finansial. Bahkan, pemerintah telah beberapa kali telah melakukan upaya restrukturisasi. Namun upaya tersebut masih belum dapat menyelesaikan masalah finansial dan besarnya utang yang dimiliki oleh perusahaan. Merpati pada akhirnya berhenti beroperasi pada tahun 2014 karena terlilit utang yang menyebabkan kerugian besar.

Mandala Airlines

Mandala Airlines pertama kali beroperasi pada tahun 1969. Sebenarnya, maskapai ini cukup sukses dan mampu bersaing dengan maskapai low-cost lainnya. Pada tahun 2006, Mandala Airlines dibeli oleh Indigo Partners dan Cardig International. Sayangnya, karena kesalahan manajemen dan persaingan yang ketat, Mandala terpaksa berhenti operasi pada 12 Januari 2011. Hal ini disebabkan karena maskapai tersebut memiliki utang yang mencapai Rp800 miliar. Untuk mengatasi hal ini, para kreditur menyetujui restrukturisasi utang Mandala Air menjadi saham. Mandala kemudian dapat kembali beroperasi pada Juni 2011. Mandala juga mengalami pergantian kepemilikan saham. 51% saham dimiliki oleh PT Saratoga Investment Group, 33% dimiliki oleh Tiger Airways, dan 16% sisanya dimiliki pemegang saham lama serta kreditor. Namun, hanya tiga tahun setelah kembali beroperasi, Mandala menghentikan kegiatan operasionalnya untuk kedua kalinya pada 1 Juli 2014. Keputusan ini disebabkan karena kondisi pasar yang turun serta tingginya peningkatan biaya operasional akibat dari depresiasi rupiah.

Sempati Airlines

Sempati Airlines mulai beroperasi sejak 5 Juni 1998. Meskipun demikian, maskapai ini telah didirikan sejak tahun 1968. Hanya saja, Sempati hanya menawarkan jasa angkutan khusus untuk karyawan perusahaan minyak. Setelah melayani penerbangan komersil, armada milik Sempati semakin berkembang dengan menggunakan armada pesawat Fokker 100, Fokker 70, Boeing 737-200, dan Airbus A300B4. Sayangnya, maskapai ini tidak dapat beroperasi cukup lama sebagai maskapai penerbangan komersial. Krisis moneter 1998 yang melanda Indonesia menyebabkan nilai mata uang rupiah terpuruk. Hal ini juga berdampak pada Sempari Airlines. Diperparah oleh kesalahan manajemen, maskapai ini terpaksa menghentikan kegiatan operasionalnya pada Juni 1998.

Jatayu Airlines

Maskapai satu ini pada awalnya beroperasi dengan menyediakan layanan penerbangan charter sejak tahun 2000. Meskipun berawal dari layanan penerbangan charter, Jatayu Airlines telah melayani berbagai penerbangan domestik maupun internasional, lho! Pada tahun 2007, Jatayu sempat berhenti beroperasi. Namun pada akhirnya maskapai ini kembali mendapat lisensi pemerintah untuk mengisi rute yang ditinggal Adam Air yang telah lebih dulu berhenti beroperasi. Sayangnya, Departemen Perhubungan membekukan izin penerbangan Jatayu Airlines pada tahun 2008. Keputusan ini diambil karena Jatayu tidak memenuhi syarat minimal jumlah armada sebanyak 5 unit pesawat. Itu tadi beberapa maskapai penerbangan Indonesia yang telah berhenti beroperasi. Apakah Pilaris masih ingat pernah menggunakan layanan penerbangan dari maskapai tersebut? Temukan informasi lainnya seputar keuangan dan franchise di Pilar Asia!
Tags: airlines, Franchise, franchise indonesia, maskapai penerbangan, perusahaan penerbangan,
Pilar Asia

Leave a reply

Indonesia SME’s Marketplace

Ruko Graha Boulevard Summarecon Serpong, Jln. Gading Serpong Boulevard BVA1, Curug Sangereng,

Kec. Klp Dua, Kabupaten Tangerang, Banten 15810

METODE PEMBAYARAN


© 2021 Pilar Asia | PT Pilar Kemajuan Indonesia