Berminat Franchise Pertamina? Berikut Cara dan Biayanya!

{{ Berminat Franchise Pertamina? Berikut Cara dan Biayanya! }} Bisnis franchise memang umumnya didominasi dengan bisnis kuliner. Tapi, karena banyaknya kompetitor dalam industri tersebut, tidak ada salahnya bagi Pilaris untuk mempertimbangkan ide bisnis dalam bidang lain, misalnya SPBU. Bisnis franchise SPBU bisa menjadi bisnis yang menguntungkan lho, Pilaris! Hal ini disebabkan karena hampir seluruh proses operasional masyarakat membutuhkan bahan bakar sebagai bahan penggeraknya. Nah, sebenarnya ada dua macam franchise Pertamina yang bisa Pilaris lakukan, lho! Jenis pertama adalah SPBU reguler dan jenis kedua adalah jenis pertamina mini yang juga dikenal dengan istilah Pertashop.

Franchise SPBU Reguler

Untuk dapat membuka franchise Pertamina tipe SPBU reguler, terdapat beberapa syarat yang harus Pilaris penuhi. Adapun beberapa syarat tersebut antara lain:
  1. Calon mitra harus berbentuk badan usaha, baik itu perseroan terbatas, persekutuan komanditer, koperasi, yayasan, maupun perusahaan dagang.
  2. Calon mitra harus menyertakan hasil scan KTP, akta pendirian perusahaan, NPWP perusahaan, bukti kepemilikan lahan, rekening koran 1 tahun terakhir, rekening tabungan, deposito, dan rekening giro 1 tahun terakhir, sebanyak dua rangkap.
Selain itu, Pilaris juga dapat memilih tipe SPBU reguler yang ingin kalian buka. Perbedaan tipe ini terdapat luas minimum lahan, volume penjualan, serta biaya franchise yang dibutuhkan.

Tipe A

Jika kalian memilih untuk membuka SPBU dengan tipe A, maka kalian perlu mempersiapkan lahan dengan luas minimum sebesar 1.800 m, lebar 20 m, dan lebar samping minimum 90 m. Tipe A memiliki volume penjualan lebih lebih dari 35 kiloliter. Untuk membuka SPBU dengan tipe A, Pilaris perlu mempersiapkan biaya sebesar lebih dari Rp500 juta.

Tipe B

Untuk opsi tipe B, Pilaris perlu mempersiapkan lahan setidaknya seluas 1500 m, lebar 20 m, dan lebar samping minimum 75 m. SPBU tipe B akan memiliki volume penjualan lebih lebih dari 25 kiloliter dan kurang dari 35 kiloliter. Kalau Pilaris berminat membuka franchise Pertamina dengan SPBU tipe B, kalian perlu mempersiapkan dana sebesar Rp500 juta.

Tipe C

Tipe ketiga dari jenis SPBU reguler ada tipe C yang memiliki luas minimum 1500 m, lebar 20 m, dan lebar samping minimum 65 m. Dengan luas lahan yang paling kecil dibandingkan dua tipe lainnya, SPBU tipe C memiliki volume penjualan lebih lebih dari 20 kiloliter dan kurang dari 25 kiloliter. Sama seperti tipe B, Pilaris perlu mempersiapkan biaya sebesar Rp500 juta untuk membuka franchise Pertamina tipe C.

Franchise Pertashop

Kalau Pilaris merasa franchise SPBU reguler terlalu berat atau tidak sesuai dengan kebutuhan Pilaris, kalian juga bisa membuka franchise Pertashop, lho! Pertashop sendiri pada dasarnya adalah SPBU dengan ukuran dan volume jual yang jauh lebih kecil. Kalau kalian berminat, Pilaris harus memenuhi beberapa syarat berikut ini:
  1. WNI yang memiliki izin usaha, baik berupa UD, Koperasi, CV, PT, maupun badan usaha lainnya.
  2. Memiliki kelengkapan administrasi yang masih berlaku, yaitu KTP, NPWP, dan akta pendirian perusahaan.
  3. Memiliki lahan yang akan digunakan untuk membuka Pertashop.
  4. Mendapatkan rekomendasi dari Kepala Desa Setempat
  5. Memiliki modal sesuai dengan tipe Pertashop yang dipilih, yaitu Gold, Platinum, atau Diamond. Untuk pendanaan, Pilaris dapat menggunakan dana pribadi, Kredit Usaha Rakyat, maupun jenis kredit lainnya.
Seperti yang disebutkan di atas, untuk Pertashop Pilaris juga dapat memilih tiga tipe, yaitu Gold, Platinum, maupun Diamond. Ketiga tipe tersebut memiliki perbedaan modal, keuntungan, serta volume penjualan setiap harinya.

Gold

Untuk membuka Pertashop tipe Gold, Pilaris perlu mempersiapkan modal sebesar Rp250 juta. Sedangkan, untuk modal pembelian produk sendiri mencapai Rp20 juta per hari, ditambah dengan biaya operasional lainnya. Meskipun demikian, keuntungan yang akan didapat juga cukup besar, lho! Pilaris akan memiliki potensi untuk menjual 400 hingga 1.000 liter setiap harinya. Selain itu, estimasi balik modal akan terjadi paling lama lima tahun setelah kalian mulai membuka Pertashop!

Platinum

Pilaris akan membutuhkan modal sebesar Rp400 juta untuk membuka franchise Pertashop tipe Platinum. Sedangkan, untuk modal pembelian, kalian perlu mempersiapkan dana sebesar Rp70 juta per hari. Karena kapasitasnya yang lebih besar dibandingkan tipe Gold, Pilaris dapat menjual setidaknya 1.000 hingga 3.000 liter BBM setiap harinya. Selain itu, kalian juga dapat menjual LPG Bright Gas dan juga Pelumas Pertamina, lho! Dengan demikian, kalian bisa mendapatkan pengembalian modal paling lama dalam jangka waktu empat tahun.

Diamond

Merupakan tipe yang paling mahal, Pilaris akan membutuhkan modal sebesar Rp500 juta untuk membuka franchise Pertashop tipe Diamond. Namun, tipe ini juga memiliki beberapa kesamaan dengan tipe Platinum. Kedua tipe sama-sama membutuhkan modal pembelian awal sebesar Rp70 juta per hari dan dapat juga menjual LPG Bright Gas dan Pelumas Pertamina. Namun, volume penjualan di tipe Diamond lebih besar, yaitu lebih dari 3.000 liter setiap harinya. Estimasi balik modal untuk tipe Diamond juga lebih cepat, yaitu paling lama dalam jangka waktu tiga tahun. Nah, dari info di atas, apakah Pilaris siap untuk mulai membuka franchise di bidang selain kuliner? Memang biaya modal yang diperlukan untuk membuka franchise Pertamina cenderung besar, tetapi keuntungan yang akan didapatkan juga sangat menggiurkan, lho! Kalian bisa simak hal penting lainnya yang harus diperhatikan agar Pilaris bisa mengelola usaha franchise dengan baik di Pilar Asia!
Tags: BBM, bisnis BBM, Franchise, franchise indonesia, franchise pertamina, franchise SPBU, pertamina, spbu, SPBU Pertamina,
Pilar Asia

Leave a reply

Indonesia SME’s Marketplace

Ruko Graha Boulevard Summarecon Serpong, Jln. Gading Serpong Boulevard BVA1, Curug Sangereng,

Kec. Klp Dua, Kabupaten Tangerang, Banten 15810

METODE PEMBAYARAN


© 2023 Pilar Asia | PT Pilar Kemajuan Indonesia