Jenis Biaya Operasional dan Cara Menghitungnya

{{ Jenis Biaya Operasional dan Cara Menghitungnya }}

Dalam bisnis, Pilaris pasti sering mendengar yang namanya biaya operasional. Sesuai namanya, biaya operasional adalah biaya yang perlu dikeluarkan oleh perusahaan secara berkala supaya kegiatan produksi terlaksana dengan baik dan lancar. Selain itu, biaya operasional juga dapat diartikan sebagai biaya utama sebuah bisnis yang mencakup biaya umum, penjualan, dan administrasi. Biasanya, biaya yang tergolong dalam biaya operasional adalah biaya yang ada hubungannya dengan aktivitas produksi. Nah, karena biaya operasional sangat erat kaitannya dengan proses kegiatan produksi perusahaan, maka Pilaris perlu melakukan pencatatan biaya operasional secara rutin. Tidak hanya biaya operasional, tapi kalian juga perlu mencatat biaya non-operasional. Dengan mencatat kedua jenis pengeluaran tersebut, perusahaan dapat menilai apakah kegiatan produksi perusahaan masih sehat. Selain itu, pencatatan biaya operasional juga dapat digunakan untuk menetapkan kelangsungan perusahaan di masa depan.

Jenis Biaya Operasional

Nah, meskipun biaya operasional pada dasarnya adalah seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kelancaran proses produksi, sebenarnya ada beberapa jenis biaya operasional, lho! Mengetahui jenis-jenis tersebut sangat penting agar Pilaris tidak salah mengelompokkan dan mencatat jenis pengeluaran. Dengan demikian, catatan keuangan perusahaan kalian akan rapi dan teratur!

Biaya Tetap

Biaya tetap adalah biaya yang nilainya tetap sama walaupun ada peningkatan pada produksi dan penjualan. Jadi, pengeluaran biaya ini tidak melihat bagaimana kondisi penjualan perusahaan. Mau bagaimanapun performa perusahaan, kalian harus selalu mengeluarkan jumlah yang sama untuk membayar biaya tetap. Beberapa contoh pengeluaran yang termasuk ke dalam biaya tetap adalah gaji karyawan, maintenance, sewa, dan asuransi.

Biaya Variabel

Berbeda dengan biaya tetap, biaya variabel merupakan biaya yang dikeluarkan berdasarkan kegiatan yang dilakukan perusahaan. Biaya variabel juga dapat dikatakan bergantung pada fluktuasi proses produksi barang yang dapat memiliki perbedaan dari satu bidang bisnis dan bidang lainnya. Bila jumlah produksi mengalami peningkatan, maka biaya ini juga akan meningkat. Sebaliknya, biaya ini akan turun bila kegiatan produksinya juga mengalami penurunan. Beberapa contohnyas termasuk biaya bahan baku dan biaya distribusi atau pengiriman barang.

Biaya Penyusutan

Biaya penyusutan merupakan nilai yang akan terus berkurang setiap bulannya. Pengurangan ini terjadi karena adanya pemakaian. Pilaris sendiri mungkin lebih sering mendengar istilah depresiasi. Nah, penyusutan atau depresiasi ini maksudnya adalah proses pengalokasian harga perolehan. Alokasi ni dilakukan sepanjang umur, tujuannya agar manfaat yang berupa periode waktu atau jumlah produksi dapat diperoleh dari aktiva tetap tersebut. Salah satu contohnya adalah mesin produksi. Misalnya, pada saat pembelian, mesin tersebut dibeli dengan harga Rp100 juta. Tapi, setelah digunakan selama lima tahun, tentu saja harganya sudah jauh lebih rendah. Selisih harga tersebut itulah yang dikenal dengan istilah biaya penyusutan.

Cara Menghitung Biaya Operasional

Dalam menghitung biaya operasional, Pilaris akan membutuhkan perkiraan biaya setiap bulan. Biaya operasional yang umumnya dihitung meliputi biaya gaji, transportasi, utilitas, dan biaya lainnya. Sebenarnya, biaya operasional biasanya dihitung oleh pihak manajemen perusahaan. Tapi, rumus penghitungan biaya operasional sebenarnya sangat mudah, sehingga Pilaris juga bisa melakukannya! Rumus yang dapat kalian gunakan untuk menghitung biaya operasional adalah:
Biaya Operasional = Biaya Tetap + Biaya Variabel + Biaya Penyusutan
Nah, perlu Pilaris ingat bahwa jumlah biaya operasional dapat berbeda, bergantung pada setiap perusahaan. Namun, rumus yang digunakan untuk menghitung biaya operasional akan selalu sama. Setelah mengetahui definisi dan cara menghitung biaya operasional, Pilaris harus semakin teliti dan handal dalam mengelola keuangan perusahaan, ya! Pastikan pencatatan keuangan dilakukan secara rutin dan rapi. Temukan tips-tips menarik seputar bisnis franchise lainnya di Pilar Asia!
Tags: biaya operasional, fee, Franchise, franchise indonesia, operational fee,
Pilar Asia

Leave a reply

Indonesia SME’s Marketplace

Ruko Graha Boulevard Summarecon Serpong, Jln. Gading Serpong Boulevard BVA1, Curug Sangereng,

Kec. Klp Dua, Kabupaten Tangerang, Banten 15810

METODE PEMBAYARAN


© 2023 Pilar Asia | PT Pilar Kemajuan Indonesia