
Seperti yang sudah kita ketahui, strategi pemasaran memang sangat penting bagi perkembangan dan keberlanjutan bisnis kalian. Tapi sayangnya, menerapkan
upaya pemasaran secara mandiri terkadang cukup membuat Pilaris kewalahan. Apalagi jika kalian harus bersaing dengan para kompetitor yang telah lebih dulu memulai bisnis dan mengumpulkan target pasar. Meskipun kalian sudah menggunakan berbagai macam
strategi digital, tapi bukan tidak mungkin Pilaris akan membutuhkan perusahaan lainnya untuk bekerjasama dan menjalankan teknik pemasaran
collaborative marketing. Strategi ini sudah diterapkan oleh beberapa perusahaan sebelumnya. Bahkan, perusahaan tersebut menemukan bahwa strategi
collaborative marketing dapat membantu memperluas jangkauan target pasar mereka, lho!
Apa Itu Collaborative Marketing?
Pilaris pasti pernah melihat beberapa
brand yang mempromosikan produknya dengan mengusung nama seorang
public figure sebagai
endorser atau
brand ambassador. Nah, bentuk kerjasama itu adalah contoh dari
collaborative marketing! Pada dasarnya,
collaborative marketing merupakan kegiatan kerjasama yang dijalin dengan pemilik bisnis lain, organisasi, komunitas,
influencer, pelanggan, maupun mitra lainnya yang sesuai dengan tema dari usaha kalian. Dengan demikian, baik perusahaan Pilaris maupun
partner kalian akan memasarkan produk secara bersamaan untuk menciptakan nilai lebih dalam pemasaran.
Kedua belah pihak yang menjalankan kerjasama memiliki kesempatan yang setara untuk
memperluas jangkauan terhadap pelanggan, meningkatkan
brand awareness, serta menawarkan jenis konten baru kepada pelanggan. Dalam strategi
collaborative marketing, sangat penting untuk diingat bahwa tidak ada salah satu pihak yang akan memiliki keuntungan maupun kerugian yang lebih besar dari pihak lain. Strategi ini menerapkan prinsip simbiosis mutualisme, sehingga seluruh pihak yang menjalin kerjasama harus sama-sama mendapatkan keuntungan.
Perbedaan Collaborative Marketing dan Co-Branding
Karena sama-sama berkaitan dengan produk dan pemasaran, banyak beberapa orang yang masih bingung dengan perbedaan dari
collaborative marketing dan
co-branding. Padahal, kedua strategi tersebut berbeda, lho! Seperti yang telah kita bahas di atas,
collaborative marketing adalah strategi yang dilakukan oleh dua pihak yang bekerjasama untuk mempromosikan produk atau layanan yang sama. Dalam kerja sama ini, tidak ada suatu produk atau layanan baru yang dibuat. Selain itu, tujuan dari strategi ini adalah untuk memperluas penjualan,
meningkatkan engagement, dan sebagainya.
Sedangkan,
co-branding merupakan strategi yang dilakukan ketika dua pihak yang berbeda bergabung untuk menciptakan suatu
produk atau layanan baru. Misalnya, produk Kopi Lain Hati x Pak Muh atau koleksi pakaian Calvin Klein x Jennie BLACKPINK. Dari kedua contoh tersebut, bisa kita lihat bahwa salah satu syarat utama dari
co-branding adalah produk atau layanan yang diluncurkan harus menunjukkan identitas kedua pihak yang bekerjasama. Dengan
co-branding, kedua belah pihak memiliki kesempatan yang sama untuk memperkenalkan produk atau layanannya kepada target pasar masing-masing.
Nah, dari penjelasan di atas, Pilaris bisa mendapatkan ide baru untuk melakukan strategi pemasaran! Jadi, jangan terus-terusan menggunakan strategi
marketing yang mandiri dan konvensional ya, Pilaris!
Kalau Pilaris masih membutuhkan insights soal berbagai tips lainnya terkait franchise, kalian bisa menemukannya di Pilar Asia!