Panduan Lengkap Memulai Bisnis Properti: Dari Survei Lokasi Hingga Pemasaran

27 December 2023 / by Pilar Asia / in Tips & Tricks
{{ Panduan Lengkap Memulai Bisnis Properti: Dari Survei Lokasi Hingga Pemasaran }}

Bisnis properti yang mencakup penjualan tanah dan rumah tampaknya tahan terhadap goncangan ekonomi nasional. Dengan beragam pilihan dari jenis, lokasi, hingga tipe rumah dengan rentang harga yang luas, kontraktor berusaha menyediakan berbagai pilihan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Mulai bisnis properti ini tidak selalu memerlukan badan usaha; individu juga bisa melakukannya. Jika Anda hanya ingin menjual 2-5 kavling tanah atau rumah, tidak perlu izin dari Pemerintah Daerah dan tidak perlu menyediakan fasilitas umum. Namun, Anda perlu mempersiapkan modal yang cukup besar, rata-rata di atas 100 juta untuk menjual 1 rumah berukuran 36 dengan luas tanah 78 m2, tapi Anda bisa mendapatkan keuntungan hampir 50% saat berhasil menjualnya.


  1. Pertama, lakukan survei lokasi dan legalitas tanah.

Pertimbangkan faktor-faktor seperti lokasi strategis, akses jalan, kondisi tanah, legalitas tanah yang dijual, dan harga tanah di sekitar lokasi. Lokasi strategis biasanya dekat dengan pasar, sekolah, bandara, jalan raya utama, stasiun, mall, dll. Jika tanah masih dalam kondisi sawah, Anda perlu mempertimbangkan biaya tambahan untuk pengurukan. Pastikan juga tanah tersebut memiliki legalitas yang jelas seperti SHM (Sertifikat Hak Milik) untuk menghindari masalah hukum di masa depan.

  1. Kedua, buat konsep tanah dan rumah.

Menjual rumah tidak semudah menjual emas. Anda harus merencanakan dengan matang jika Anda bergantung pada bisnis ini sebagai sumber penghasilan utama. Membangun rumah membutuhkan biaya besar dan jika rumah tidak terjual cepat, Anda harus menanggung biaya perawatan. Anda bisa menggunakan sistem menjual rumah indent, yaitu membangun rumah setelah ada pembeli. Jika belum ada pembeli, Anda bisa menjual tanahnya saja meski keuntungannya tidak sebesar menjual rumah.

  1. Ketiga, urus legalitas tanah dan rumah.

Setelah Anda membeli tanah dan mengubah nama sertifikat tanah menjadi nama Anda, langkah selanjutnya adalah membagi sertifikat sesuai dengan ukuran tanah yang Anda jual. Anda memerlukan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) atau yang dulu dikenal sebagai IMB untuk membangun rumah. Untuk pengajuan PBG, Anda perlu sertifikat tanah yang telah dibagi dan gambar kerja yang dibuat oleh arsitek bersertifikat. Setelah membagi sertifikat, Anda juga harus mengurus Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Dispenda. Dengan memiliki legalitas lengkap, Anda akan lebih mudah menarik pembeli.

  1. Langkah terakhir adalah membangun rumah.

Sebelum memulai pembangunan, mintalah izin dari tetangga, RT dan RW karena suara dari proses pembangunan mungkin mengganggu mereka. Pilihlah kontraktor terpercaya seperti Ardn_architect atau melalui mandor yang tepercaya dan pantau terus proses pembangunan setiap hari. Untuk memasarkan properti, Anda bisa menggunakan makelar dengan fee rata-rata 2,5% dari penjualan atau memasarkannya secara online seperti di OLX atau Facebook.

Tags: Bisnis, Properti Jual, Beli, Tanah Jual, Rumah Survei, Lokasi Legalitas, Tanah Membangun, Rumah Pemasaran, Properti Bisnis, Individu Investasi, Properti Strategi,
Pilar Asia

Leave a reply

Indonesia SME’s Marketplace

Ruko Graha Boulevard Summarecon Serpong, Jln. Gading Serpong Boulevard BVA1, Curug Sangereng,

Kec. Klp Dua, Kabupaten Tangerang, Banten 15810

METODE PEMBAYARAN


© 2023 Pilar Asia | PT Pilar Kemajuan Indonesia