Sistem Bisnis Waralaba: Pemahaman, Peran, dan Ketentuan

22 November 2023 / by Pilar Asia / in Tips & Tricks
{{ Sistem Bisnis Waralaba: Pemahaman, Peran, dan Ketentuan }}

Franchise atau Waralaba adalah model bisnis yang semakin diminati banyak orang karena potensi keuntungan yang signifikan dan memerlukan modal yang cukup besar. Sebagai alternatif strategi bisnis, waralaba memungkinkan pengusaha untuk memperluas jangkauan usahanya dan menetapkan prosedur mereka sendiri.

Dalam konteks bisnis waralaba, ada dua istilah utama, yaitu franchisor dan franchisee. Franchisor Merujuk kepada pihak yang berfungsi sebagai pengusaha, sementara franchisee adalah pihak yang akan menjadi mitra bisnis franchisor. Untuk menjalankan bisnis waralaba, kedua belah pihak perlu mencapai kesepakatan, yang akan menghasilkan kewajiban dan diterapkan dalam perjanjian waralaba.

Perjanjian waralaba penting karena pewaralaba akan memanfaatkan dan menggunakan hak kekayaan intelektual (HKI) seperti nama, merek dagang, hak cipta logo, desain industri, dan rahasia dagang dari pemilik waralaba. Untuk mendirikan waralaba, pemberi waralaba harus memenuhi beberapa ketentuan berikut:

  • Meskipun tidak memerlukan entitas hukum, pemilik waralaba akan mengenakan pemotongan pajak yang cukup tinggi saat menerima royalti dari penerima waralaba.
  • Franchisor harus memiliki pengalaman bisnis minimal 5 tahun.
  • Pemberi waralaba harus menyiapkan Prosedur Operasi Standar (SOP) yang mencakup kualitas dan layanan barang atau jasa yang bertransaksi.
  • Pemberi waralaba harus dapat memberikan dukungan kepada penerima waralaba.

Sebaliknya, untuk membangun waralaba, beberapa ketentuan harus dipenuhi:

  • Bisnis harus memiliki karakteristik yang unik sehingga dapat dibedakan dari bisnis lainnya.
  • Bisnis harus dapat menghasilkan keuntungan.
  • Bisnis yang dimiliki oleh franchisor harus mendaftarkan hak kekayaan intelektualnya di DJKI.
  • Bisnis harus memiliki prosedur standar atau yang dikenal dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang berisi kualitas dan layanan barang atau jasa yang menjual.

Ringkasan dari pemaparan di atas adalah bahwa Franchise atau waralaba adalah model bisnis di mana franchisee akan menjadi mitra bisnis dari franchisor untuk melakukan distribusi barang dan jasa di bawah nama dan identitas franchisor. Tentunya franchisee wajib membayar royalti, biaya, dan pembagian keuntungan kepada franchisor sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

Pendaftaran waralaba harus dilakukan oleh franchisor dan franchisee. Pemberi waralaba akan mendaftarkan penawaran prospektif dari program waralaba yang akan dilegalisir oleh Notaris dan Kedutaan Besar Indonesia tempat pemberi waralaba berada dan didasarkan pada hukum Indonesia serta dalam Bahasa Indonesia, kemudian dilanjutkan ke Kementerian Perdagangan. Sedangkan pewaralaba hanya perlu mendaftarkan perjanjian waralaba ke Kementerian Perdagangan.

Tags: #BisnisFranchise, #Franchisor, #Franchisee, #KetentuanFranchise,
Pilar Asia

Leave a reply

Indonesia SME’s Marketplace

Ruko Graha Boulevard Summarecon Serpong, Jln. Gading Serpong Boulevard BVA1, Curug Sangereng,

Kec. Klp Dua, Kabupaten Tangerang, Banten 15810

METODE PEMBAYARAN


© 2023 Pilar Asia | PT Pilar Kemajuan Indonesia