
Pilaris, siapa sih yang tidak tahu produk
Tupperware? Perusahaan yang memproduksi dan memasarkan produk tempat penyimpanan plastik untuk keperluan rumah tangga ini memang selalu menjadi pilihan utama para ibu Indonesia sejak lama. Sayangnya, sejak beberapa hari terakhir, banyak berita yang mengumumkan soal
Tupperware terancam bangkrut! Hal ini tidak hanya mengancam
Tupperware Indonesia, melainkan
Tupperware pusat yang berlokasi di Amerika Serikat, lho! Berita ini tentu saja sangat mengejutkan, mengingat bahwa
Tupperware sempat mengumumkan peningkatan penjualan yang signifikan pada saat pandemi lalu. Yep, berbeda dengan banyak perusahaan yang terpaksa
berhenti beroperasi, pandemi malah meningkatkan penjualan
Tupperware karena tingginya permintaan masyarakat. Produk
Tupperware menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk menghindari kontak fisik langsung, penggunaan alat makan dengan orang lain, dan sebagainya.
Apa Penyebab Tupperware Terancam Bangkrut?
Saham perusahaan
Tupperware Brands Corporation (TUP) mengalami penurunan yang hampir mencapai 50% di bursa New York minggu ini. Penurunan ini berarti bahwa selama setahun terakhir, saham perusahaan telah jatuh hingga mencapai 98%! Di bursa saham New York sendiri, saham
Tupperware telah
resmi ditutup pada tanggal 10 April lalu, ketika berada di angka $1,24. Sebenarnya,
Tupperware sudah mengalami masalah sejak tahun 2020, di mana perusahaan salah memasukkan data dalam laporan keuangannya. Sayangnya, kesalahan tersebut tidak segera ditindaklanjuti.
Angka penjualan Tupperware sendiri juga terus menurun selama bertahun-tahun. Pada tahun 2022, penjualan bersih perusahaan hanya mencapai $1,3 miliar. Angka ini mengalami penurunan sebesar 18% dari tahun sebelumnya. Analis Ritel dan Direktur Pelaksana di Global Data Retail, Neil Saunders menjelaskan bahwa penurunan penjualan yang dialami oleh
Tupperware disebabkan oleh ketidakmampuan perusahaan untuk menargetkan pelanggan muda.
Tupperware hanya berfokus dengan kelompok pelanggan yang sudah ada dan tidak lagi mau berinovasi. Hal ini sering dialami perusahaan raksasa lainnya yang juga mengalami kebangkrutan, misalnya
Nokia.
Permasalahan ini menyebabkan
Tupperware terancam bangkrut, kecuali jika perusahaan dapat mengumpulkan dana darurat. Melansir dari
CNN Business, CEO
Tupperware, Miguel Fernandez mengatakan bahwa perusahaan telah melakukan berbagai cara untuk mengatasi masalah keuangan tersebut. Miguel menyatakan bahwa selain melakukan PHK terhadap beberapa karyawan, perusahaan juga sedang meninjau portofolio real estat milik perusahaan untuk upaya penghematan uang. Sayangnya, selain kendala keuangan,
Tupperware kini juga terancam untuk menghadapi tuntutan hukum dari
para investor. Hal ini disebabkan karena pihak perusahaan tidak segera mengambil sikap atas masalah yang terjadi, termasuk kesalahan data pada laporan tahun 2020 lalu.
Bagaimana Dampak terhadap Tupperware Indonesia?
Dengan ancaman bangkrut yang menyerang
Tupperware Brands Corporation, tentu Pilaris bertanya-tanya soal dampak yang akan dihadapi oleh
Tupperware Indonesia, kan? Tenang! Pihak
Tupperware Indonesia memastikan bahwa perusahaan cabang di Indonesia akan
aman dari ancaman kebangkrutan yang menimpa TUP.
Marketing Director Tupperware Indonesia, Frangky Purnomo Angelo menjelaskan bahwa seluruh proses operasional perusahaan berjalan seperti biasa, termasuk
supply product, layanan garansi, serta inovassi produk. Memang,
Tupperware Indonesia memiliki metode penjualan yang sedikit berbeda dibandingkan dengan perusahaan pusat.
Di Indonesia, penjualan
Tupperware dilakukan dengan menyelenggarakan
Tupperware Home Party. Cara ini pertama kali diperkenalkan oleh Brownie Wise. Pada dasarnya, cara ini akan menjual produk melalui sebuah acara perkumpulan. Dalam perkumpulan tersebut, konsultan
Tupperware akan mengadakan pesta
Tupperware untuk tuan rumah yang mengundang teman dan tetangga ke rumahnya untuk melihat produk yang ditawarkan. Tuan rumah juga akan menerima produk gratis tergantung pada jumlah penjualan yang dilakukan di acara mereka.
Nah, Pilaris, dari berita di atas, bisa kita lihat betapa pentingnya inovasi dan pengelolaan keuangan yang baik, kan?
Kalian bisa simak tips lainnya yang harus diperhatikan agar Pilaris bisa mengelola usaha franchise dengan baik di Pilar Asia!